<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ELANGrock &#187; tips tanaman</title>
	<atom:link href="http://elangrock.wordpress.com/category/tips-tanaman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://elangrock.wordpress.com</link>
	<description>ANDA PESAN KAMI CARIKAN</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Apr 2009 04:41:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='elangrock.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c50548ce164ffe459d396277f28a8130?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ELANGrock &#187; tips tanaman</title>
		<link>http://elangrock.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://elangrock.wordpress.com/osd.xml" title="ELANGrock" />
		<item>
		<title>TIPS &amp; TRICK TANAMAN CALADIUM</title>
		<link>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/26/tips-trick-tanaman-caladium/</link>
		<comments>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/26/tips-trick-tanaman-caladium/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 07:10:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elangrock</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangrock.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[TAHAP PENANAMAN DENGAN UMBI
1.	Kemasan bahan tanam asal umbi.
2.	Pangkas akar di sekitar umbi.
3.	Sosok umbi utuh yang siap tanam.
4.	Masukan media ke dalam pot dan benamkan umbi ke media.
5.	Sisakan tunas pucuk di permukaan media.
6.	Sosok umbi yang bertunas.

TAHAPAN PENANAMAN ASAL BIJI
1.	Bibit asal kompot siap tanam.
2.	Siapkan media dalam pot dan letakkan bibit.
3.	Penuhi ruang kosong dengan media.
4.	Masukan tanaman ke dalam sungkup.
PENANGANAN [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=36&subd=elangrock&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><em>TAHAP PENANAMAN DENGAN UMBI</em></strong></p>
<p>1.	Kemasan bahan tanam asal umbi.<br />
2.	Pangkas akar di sekitar umbi.<br />
3.	Sosok umbi utuh yang siap tanam.<br />
4.	Masukan media ke dalam pot dan benamkan umbi ke media.<br />
5.	Sisakan tunas pucuk di permukaan media.<br />
6.	Sosok umbi yang bertunas.<br />
<span id="more-36"></span><br />
<strong><em>TAHAPAN PENANAMAN ASAL BIJI</em></strong></p>
<p>1.	Bibit asal kompot siap tanam.<br />
2.	Siapkan media dalam pot dan letakkan bibit.<br />
3.	Penuhi ruang kosong dengan media.<br />
4.	Masukan tanaman ke dalam sungkup.</p>
<p><strong><em>PENANGANAN UMBI BERSKALA EKSPOR</em></strong></p>
<p>1.	Umbi siap panen.<br />
2.	Cuci bersih umbi.<br />
3.	Rendam dalam larutan anti jamur.<br />
4.	Keringanginkan umbi.<br />
5.	Tata umbi dalam kemasan ekspor.<br />
6.	Kemasan umbi siap kirim.</p>
<p><em><strong>PINDAH POT</strong></em></p>
<p>1.	Tanaman siap repotting.<br />
2.	Balikan pot sambil menjepit pangkal batang.<br />
3.	Isi pot baru dengan media dan letakkan tanaman.<br />
4.	Isi ruang kosong dengan tambahan media.<br />
5.	Sosok cantik setelah repotting.</p>
<p><em><strong>TAHAPAN PEMISAHAN ANAKAN</strong></em></p>
<p>1.	Tanaman siap dipisah.<br />
2.	Sobek sisi luar polibag.<br />
3.	Sisihkan tanaman dari polibag.<br />
4.	Pisahkan anakan dengan tanaman utama dibantu pisau steril.<br />
5.	Umbi pun turut dipisah, dibantu dengan pisau steril.<br />
6.	Sosok umbi yang telah terpisah.<br />
7.	Oleskan fungisida atau kapur pada bagian yang terluka.<br />
8.	Tanam kedua bagian, anakan dan tanaman utama secara terpisah.</p>
<p><em><strong>TEKNIK CUNGKIL MATA TUNAS</strong></em></p>
<p>1.	Iris mata tunas membentuk kotak.<br />
2.	Congkel mata tunas keluar dari umbi.<br />
3.	Sosok umbi yang telah diambil salah satu mata tunasnya.<br />
4.	Mata tunas yang telah diiris.<br />
5.	Iris mata tunas menjadi 2-4 bagian.<br />
6.	Irisan umbi siap semai.</p>
<p><em><strong>TEKNIK PENGIRISAN UMBI UTUH</strong></em></p>
<p>1.	Umbi siap iris minimal berdiameter 2 cm.<br />
2.	Bersihkan umbi dari tanah yang melekat dengan sikat halus dan air mengalir.<br />
3.	Potong umbi tepat di tengah tunas menjadi 2 bagian.<br />
4.	Potong irisan umbi menjadi bagian lebih kecil.</p>
<p><em><strong>TAHAPAN PENANAMAN IRISAN UMBI</strong></em></p>
<p>1.	Cuci irisan umbi di air yang mengalir hingga getah hilang.<br />
2.	Rendam dalam larutan fungisida 10-15 menit.<br />
3.	Keringanginkan irisan umbi di atas koran.<br />
4.	Semaikan umbi di atas media. Lalu tutup dengan plastik bening.<br />
5.	Pada musim panas, lapisi lagi media dengan plastik hitam dan letakkan di bawah shading net 80%.<br />
6.	Bibit umur 30 hari setelah semai.</p>
<p><strong><em>CARA KEMAS</em></strong></p>
<p>1.	Singkirkan tanah yang melekat pada caladium poy dan cuci hingga bersih.<br />
2.	Pangkas akar.<br />
3.	Pangkas batang utama, sisakan sekitar 2 cm dari pangkal batang.<br />
4.	Penampilan umbi siap kemas.<br />
5.	Beri nama tanaman pada label.<br />
6.	Kemas dalam plastik dan siap dikirim.</p>
<p><em><strong>CARA MENYIMPAN BENANG SARI</strong></em></p>
<p>1.	Sosok bunga keladi hias<br />
2.	Buka pelepah bunga, kerok benang sari secara hati-hati<br />
3.	Kumpulan benang sari yang sudah diambil<br />
4.	Simpan dalam wadah plastik</p>
<p><em><strong>TAHAPN PENYILANGAN</strong></em></p>
<p>1.	Siapkan bunga dari indukan betina yang akan disilang<br />
2.	Bunga dibuka melingkar. Dimulai dari bawah ke atas<br />
3.	Betina siap kawin 1 hari sebelum jantan. Cirinya seludang berwarna kuningdan mengeluarkan warna<br />
4.	Sosok putik dari indukan betina, siap dikawinkan<br />
5.	Benang sari dioleskan ke sekeliling putik<br />
6.	Pastikan benangsari dioleskan secara merata<br />
7.	Agar aman beri alat penyangga<br />
8.	Linungi bunga dari hujan dan angin dengan bantuan plastik</p>
<p><strong><em>YANG PELU DIPERHATIKAN SAAT PEMBIAKAN BIJI</em></strong></p>
<p>1.	Pot atau wadah harus diletakkan di tempat yang rindang, cara menyebar biji jangan terlalu padat                    (mencegah persaingan, tumbuh tudak sempurna)<br />
2.	Gunakan plastik untuk mencegah kedatangan serangga atau semut<br />
3.	Cara melakukan penyiraman, sebaiknya siram di permukaan tanah, jangan langsung mengenai tanah</p>
<p><em><strong>TIPS MEMBUAT SUNGKUP TUNGGAL</strong></em></p>
<p>1.	Kawat aluminium dibuat seperti kurungan ayam. Di lingkar bagian bawah diberi pengait. Tujuannya              untuk    dikaitkan ke bibir pot, sehingga kurungan tidak menyentuh tanah. Ukuran kurungan harus lebih      besar          ketimbang tanaman<br />
2.	Lalu kerangka dilapisi plastik. Bagian atas diikat erat. Bagian bawah, plastik diikat dengan karet sampai ke pot<br />
3.	Gunakan pot yang mampu menyimpan air dan di bawahnya diberi air</p>
<p><em><strong>TENIK POTONG PUCUK</strong></em></p>
<p><em><strong>A. Tanpa memotong tunas atas</strong></em></p>
<p>1.	Tunas tumbuh perlahan<br />
2.	Dominasi apikal terbentuk, sehingga tunas samping tidak terbentuk<br />
3.	Dalam 1 umbi hanya tumbuh 4-5 daun</p>
<p><strong><em>B. Memotong tunas atas</em></strong></p>
<p>1.	Potong tunas atas 1<br />
2.	Tunas samping tumbuh<br />
3.	Jumlah daun lebih banyak</p>
<p><strong><br />
</strong><em><strong>SYARAT POTONG PUCUK</strong></em></p>
<p>1.	Diameter umbi 3,75-6,25 cm<br />
2.	Lebar pemotongan tunas ¼ bagian dari diameter tangkai daun<br />
3.	Beberapa pucuk dalam umbi yang berukuran sama dapat dipotong pucu. Namun, perlakuan potong pucuk tidak dilakukan bila terdapat 5 pucuk berukuran sama</p>
Posted in tips tanaman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elangrock.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elangrock.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elangrock.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elangrock.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elangrock.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elangrock.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elangrock.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elangrock.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elangrock.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elangrock.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=36&subd=elangrock&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/26/tips-trick-tanaman-caladium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19aa6635c445ba2ed18b58ec046bbb7a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elangrock</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TIPS &amp; TRICK TANAMAN ANTHURIUM</title>
		<link>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/26/tips-trick-tanaman-anthurium/</link>
		<comments>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/26/tips-trick-tanaman-anthurium/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 07:03:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elangrock</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangrock.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[TIP AWETKAN BUNGA
Kendala menyilangkan Anthurium adalah perbedaan waktu kematangan bunga Anthurium. Untuk memperpanjang masa subur saat bunga Anthurium matang, serbuk sari diluruhkan untuk dibuat stok. Kumpulkan serbuk sari dari Anthurium yang akan disilangkan, Misal serbuk sari anthurium Jenmani Mangkok dengan bantuan kuas. Masukkan dalam botol atau plastik. Agar tahan lama simpan dalam kulkas. Pada suhu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=34&subd=elangrock&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><em>TIP AWETKAN BUNGA</em></strong><br />
Kendala menyilangkan Anthurium adalah perbedaan waktu kematangan bunga Anthurium. Untuk memperpanjang masa subur saat bunga Anthurium matang, serbuk sari diluruhkan untuk dibuat stok. Kumpulkan serbuk sari dari Anthurium yang akan disilangkan, Misal serbuk sari anthurium Jenmani Mangkok dengan bantuan kuas. Masukkan dalam botol atau plastik. Agar tahan lama simpan dalam kulkas. Pada suhu dingin, daya tahan serbuk sari Jenmani mangkok tadi lebih awet. Dengan cara itu masa subur serbuk sari Anthurium jantan diperpanjang, bisa dipergunakan sewaktu-waktu. Namun perlu diingat, semakin lama disimpan, kesuburan juga menurun, sehingga semakin cepat dipakai semakin baik.<br />
<span id="more-34"></span><br />
<strong><em>TIP MEMPERCEPAT BUAH ANTHURIUM MATANG</em></strong><br />
Anthurium yang disilangkan setelah anthurium bertongkol, Biasanya buah dipetik setelah lepas dari tongkol. Banyak pekebun mempercepat panen dengan memotong tangkai tongkol anthurium Jenmani Indukannya setelah beberapa buah sudah keluar dari tongkol. Tip&#8217;s ini dilakukan untuk mempercepat kematangan buah-buah (Biji Anthurium Jenmani &#8211; Ose Anthurium Jenmani , DImana Tongkol dari indukan Jenmani dipotong lalu Tongkol Biji Anthurium tadi direndam dalam botol yang telah diisi larutan Vitamin B1. Perbandingan 1-2 cc/l air. Meski sudah dipotong, biji-biji di tongkol anthurium Jenmani tetap akan matang. Dengan sistem “karbit” itu panen lebih cepat 1-2 minggu dan relatif serempak.</p>
<p><strong><em>TIP RAWAT BUNGA ANTHURIUM AGAR MENJADI TONGKOL</em></strong><br />
Indukan Anthurium, baik Indukan anthurium jenmani , indukan anthurium Gelombang Cinta , Indukan Anthurium Keris KW1 , Indukan Anthurium Garuda , Indukan Anthurium Corong yang berbunga tampaknya gampang haus. Tongkol Anthurium yang baru disiram 30 menit, akan terlihat kering lagi 30 menit berikutnya. Karena itu, selama masa pembentukan buah / biji anthurium, bunga anthurium harus sering disiram. Air dibutuhkan untuk membuat buah anthurium senantiasa lembap dan membuatnya cepat besar dan menghasilkan biji anthurium ( anthurium seeds ).</p>
<p><strong><em>TIP BUANG BUNGA SEBELUM KONTES</em></strong><br />
Bila satu anthurium dijadikan pohon induk, maka pertumbuhannya menurun sehingga penampilan kurang prima. Pada saat itu, anthurium indukan tadi, menyedot makanan lebih banyak untuk pembentukan bunga anthurium. Bila tidak diimbangi dengan pupuk memadai, maka calon biji anthurium tadi akan menyedot energi cukup besar sehingga bagian lain kekurangan unsur makanan. Akibatnya ukuran daun baru lebih kecil dibandingkan daun yang sudah ada. Jika koleksi Anthurium akan disertakan dalam kontes anthurium, maka pembentukan tunas bunga anthurium harus dicegah. Caranya dengan memangkas bunga yang baru terbentuk. Tindakan yang sama bisa dilakukan saat tanaman sakit. Pembuangan bunga pada anthurium indukan mengurangi pemakaian energi.</p>
<p><strong><em>TIP BUNGKUS BUAH &#8211; BIJI ANTHURIUM ( ANTHURIUM SEEDS )</em></strong><br />
Kematangan buah &#8211; biji anthurium yang sering disebut OSE Anthurium tidak terjadi secara serempak. Biji anthurium yang terlepas bisa jatuh dan hilang. Agar “emas merah” itu tidak hilang, Supri yang berpengalaman dalam merawat indukan anthurium jenmani bertongkol, membungkus tongkol anthurium jenmani kol koleksinya yang telah masak, dengan plastik bening untuk menadah biji anthurium jenmani yang jatuh. Penyungkupan juga berguna untuk menjaga kelembapan tetap tinggi. Penyungkupan bisa dilakukan untuk seluruh varian anthurium, baik anthurium jenmani cobra, jenmani sawi, Black silvit, hookeri, dll. Pembungkusan mulai dilakukan saat biji anthurium jenmani tadi hampir keluar dari tongkol indukan anthurium jenmani, sekitar 4 bulan setelah tongkol muncul pada indukan anthurium jenmani kol tadi.</p>
<p><strong><em>TIP TOPANG TONGKOL BIJI ANTHURIUM SIAP PANEN</em></strong><br />
Ukuran tongkol anthurium indukan yang makin lama makin membesar membuat tangkai tongkol buahnya tidak mampu menopangnya lagi. Akibatnya tangkai buah membengkok. Topang tangkai buah supaya tidak bergerak dan tali pengikat tidak melukai tangkai. Lapisi tangkai buah dengan busa spons lalu ikat ke tangkai. Tangkai pun tetap tegak.</p>
<p><strong><em>TEKNIK SEMAI BIJI ANTHURIUM</em></strong><br />
1. Biji Anthurium baik itu biji anthurium jenmani cobra , biji jenmani mangkok, biji jenmani kol, hookeri, biji gelombang cinta, biji garuda merah berkualitas dihasilkan dari buah matang sempurna.<br />
2. Biji anthurium dikeringanginkan setelah dikelupas.</p>
<p>Cara I	1.	Siapkan tray dan isi dengan media.<br />
2.	Semai satu biji anthurium perlobang lalu tutup dengan media campuran pakis, sekam, bakar dan cocopeat.<br />
3.	Simpan wadah persemaian di temapt teduh lalu siram calon bibit anthurium setiap pagi dan sore hari.<br />
4.	Pindahkan bibit anthurium ke pot soliter setelah berumur 2-3 bulan. Umumnya bibit anthurium jenmani cobra, bibit anthurium jenmani mangkok, bibit anthurium jenmani kol, bibit hookeri super red, bibit anthurium garuda , bibit anthurium bintang kejora dan bibit anthurium superboom pada saat itu berdaun 2-3 helai.</p>
<p>Cara II:	1.	Cara menyemai biji anthurium Siapkan styrofoam ukuran 30 x 50 cm lalu isi media pakis kasar di bagian bawah lalu pakis halus di atasnya. Semai biji anthurium berjarak tanam 2 cm x 2 cm tanpa ditimbun lalu tutup dengan kaca.<br />
2.	Semprot biji anthurium jenmani yang disemai tiap 2 kali sehari dengan membuka kaca penutup terlebih dahulu.<br />
3.	Empat hari kemudian biji anthurium jenmani berkecambah dan dipindah. Buat lubang sedalam 1 cm pada wadah baru lalu masukan akar kecambah jenmani dan timbun.<br />
4.	Tiga sampai empat bulan kemudian bibit dipindah ke pot soliter.</p>
<p><strong><em>TIP CARA MENYEMAI (SEMAI) BIJI ANTHURIUM</em></strong><br />
Lapisan jelly yang membukus biji anthurium berpotensi mendatangkan jamur. Jika hal itu terjadi, kerusakan biji anthurium tidak dapat dihindari. Untuk mencegahnya ada cara mudah. Setelah dipetik, pencet buahnya sehingga bijinya keluar kemudian rendam dalam air. Sekitar 10 menit kemudian biji anthurium telah diselimuti jelly nektar. Ambil biji anthurium dan keringkan di atas koran. Setelah benar-benar kering, biji anthurium kemudian direndam lagi di air. Bila tidak terbentuk jelly, benih sudah siap di semai.<br />
Sphagnum moss<br />
Sphagnum moss juga bisa digunakan sebagai media semai anthurium. Pemakaian moss sebagai media semai memudahkan pemindahan anthurium dari persemaian. Tanaman mudah dicabut tanpa menimbulkan luka pada perakaran. Akibatnya proses adaptasi di lingkungan baru lebih mudah. Siapkan wadah plasti ukuran 20 cm x 30 cm atau 30 cm x 40 cm yang diisi pecahan genting hingga 1/3-nya, sisanya (2/3) diisi dengan moss. Setelah dipadatkan dan diratakan, buat lubang-lubang kecil sebagai tempat biji. Biji ditutup tipis-tipis dengan serbuk moss dan disiram dengan sprayer. Tutup bagian atas persemaian dengan plasti bening. Sebulan kemudian biji anthurium mulai bertunas dan tutup plastik bisa dilepas.	1.	Pilih anthurium yang bonggolnya sudah terlihat.<br />
2.	Cabut anthurium dari pot.<br />
3.	Cuci bersih batang dan akar agar sosoknya terlihat jelas.<br />
4.	Gunakan pisau stinless steel tajam untuk memotong bonggol. Potong bonggol menjadi 4 bagian dengan masing-masing potongan 1 cm.<br />
5.	Oleskan campuran fungisida dan hormon perangsang akar dibekas luka bonggol bagian paling atas yang berdaun. Lalu keringanginkan. Oleskan campuran fungisida dan hormon perangsang tunas di bekas luka bonggol bawah.<br />
6.	Buang akar yang menempel di potongan bonggol bagian bawah agar tunas dapat tumbuh leluasa. Lalu keringanginkan.<br />
7.	Tanam potongan bonggol di pot beriasi media campuran pakis, sekam bakar, dan cocopeat dengan perbandingan 3:1:1.<br />
8.	Siram tanaman menggunakan sprayer keesokan harinya.<br />
9.	Selang 3-4 bulan, tanaman sudah berdaun 3-4 dengan tinggi tanaman 3-4 cm.</p>
<p><strong><em>TIP 1 POTONG BONGGOL</em></strong><br />
Untuk memacu pertumbuhan, maka bagian bawah bonggol diberi hormon tunas. Yang atas diberi hormon akar. Bonggol anthurium yang dipotong mempunyai stok hara di bagian bawah. Agar bonggol itu cepat menghasilkan tunas, rangsang dengan hormon tunas. Sedangkan bagian atas bonggol diolesi hormon akar untuk merangsang munculnya banyak akar.</p>
<p><strong><em>TIP 2 POTONG BONGGOL</em></strong><br />
Saat memotong bonggol anthurium, usahakan daun tetap ikut di bonggol. Daunnya jangan dibuang agar tetap berfotosintesis. Hindari pemotongan bonggol saat daun masih kuncup karena ukurannya akan mengecil. Jadi, usahakan daun sudah terbuka atau tua.</p>
<p><strong><em>PERBANYAKAN DENGAN IRIS ANAKAN</em></strong></p>
<p>1.	Siapkan anthurium yang sudah memiliki anakan.<br />
2.	Pisahkan tunas denga cara memotong bonggolnya. Lebar irisan sekitar 1 cm dari tepi bonggol tempat          tunas tumbuh.<br />
3.	Olesi dengan hormon perangsang akar yang sudah dicampur fungisida.<br />
4.	Tanam di media baru.<br />
<strong><em>POTONG BIBIT</em></strong></p>
<p>1.	Pilih bibit berumur 6-10 bulan, atau memiliki 6-8 lembar daun. Keluarkan dari wadah.<br />
2.	Siapkan pisau tajam dan steril.<br />
3.	Potong bonggol itu, bonggol bagian atas maupun bawah harus memiliki akar. Bila tidak, keduanya tidak         dapat tumbuh.<br />
4.	Siapkan wadah yang sudah diisi media.<br />
5.	Oleskan hormon akar dan fungisida ke luka bonggol bagian atas.<br />
6.	Oleskan hormon tunas dan fungisida ke luka di bonggol bagian bawah.<br />
7.	Tanam bonggol dengan permukaan bonggol muncul di permukaan media.<br />
8.	Tanam bagian atas seperti menanam tanaman baru.<br />
9.	Setelah 4-6 bulan, Masing-masing individu tadi menghasilkan 3-4 lembar daun.<br />
<strong><em>TIP POTONG BONGGOL KECIL</em></strong><br />
Mmotong bonggol kecil dari biji agak sulit karena mudah busuk. Ini karena batangnya pendek dan mamiliki susunan daun rapat. Karena itu jika ingin memotong,hindari menggunakan gunting agar batang tidak tertekan. Gunakan pisau tajam, tipis, dan steril.</p>
<p><strong><em>PEMUPUKAN TIP 1</em></strong><br />
Agar pupuk efektif diserap tanaman, lakukan penyehatan akar terlebih dahulu. Akar yang banyak dan sehat akan dapat menyerap pupuk lebih banyak. Beragam merek pupuk bisa digunakan. Ada yang menggunakan Gaviota dua kali seminggu dengan dosis 2 cc/l air. Sementara pekebun lain memakai Growmore dengan dosis masing-masing 2 g/l air. Penyemprotan 1-2 kali seminggu. Ada pula yang memakai Hyponex dengan dosis 1-2 g/l air dengan frekuensi 2 kali seminggu.<br />
Apapun merek yang dipakai, yang penting kandungan NPK-nya sesuai untuk fase pertumbuhan. Tidak perlu fanatik dengan merek tertentu. Pilih saja 2-3 jenis yang kandungannya agak berbeda sehingga saling melengkapi. Gunakan secara bergantian. Dengan memakai berbagai merek, kandungan hara mikro jadi lengkap.<br />
Pemupukan dilakukan pagi atau sore hari. Hindari pemupukan pada siang hari karen bisa terjadi akumulasi garam-garam di permukaan jaringan tanaman. Akibatnya penyerapan air dan hara terhambat oleh garam-garam itu. Bila terus berlanjut, pertumbuhan tanaman lebih terhambat.</p>
<p><strong><em>PEMUPUKAN TIP 2</em></strong><br />
Sebagai pupuk tambahan di musim hujan, diberikan kalsium bubuk. Tujuannya menebalkan dinding sel. Dengan demikian serangan busuk tidak mampu menembus bagian dalam tanaman. Sekitar sebulan menjelang musim hujan, berikan kalsium bubuk 3 kali, masing-masing sebanyak 1 sendok the dalam 2 liter air. Dengan perlakuan itu, tanaman jarang kena busuk.</p>
<p><strong><em>REPOTTING</em></strong></p>
<p>1.	Siapkan tanaman yang akan di pot ulang.<br />
2.	Siapkan media, pot besar dan styrofoam.<br />
3.	Masukkan styrofoam dan media ke dalam pot.<br />
4.	Keluarkan tanaman dari potnya.<br />
5.	Tanam di pot.<br />
6.	Tanaman siap dipajang.</p>
Posted in tips tanaman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elangrock.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elangrock.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elangrock.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elangrock.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elangrock.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elangrock.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elangrock.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elangrock.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elangrock.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elangrock.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=34&subd=elangrock&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/26/tips-trick-tanaman-anthurium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19aa6635c445ba2ed18b58ec046bbb7a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elangrock</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar Adenium Terus Berkembang</title>
		<link>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/26/agar-adenium-terus-berkembang/</link>
		<comments>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/26/agar-adenium-terus-berkembang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 06:02:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elangrock</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangrock.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Kamboja Jepang semakin lama semakin di suka, bunga yang nama latinnya Adenium ini memang memiliki bentuk yang cantik dengan aneka warna seperti merah, kuning dan merah muda. Belakangan jenis tanaman ini mulai terkenal dengan bonggol akarnya yang besar, apalagi batangnya yang panjang pun bisa dibonsai.

Meski namanya Kamboja Jepang, namun Adenium tidak ada hubungannya sama sekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=32&subd=elangrock&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kamboja Jepang semakin lama semakin di suka, bunga yang nama latinnya Adenium ini memang memiliki bentuk yang cantik dengan aneka warna seperti merah, kuning dan merah muda. Belakangan jenis tanaman ini mulai terkenal dengan bonggol akarnya yang besar, apalagi batangnya yang panjang pun bisa dibonsai.<br />
<span id="more-32"></span><br />
Meski namanya Kamboja Jepang, namun Adenium tidak ada hubungannya sama sekali dengan negara matahari itu. Karena tanaman ini berasal dari Afrika, terutama di daerah gurun pasir seperti Senegal sampai Sudan, Kenya, Mozambik, Namibia dan sekitarnya. Tak heran bila banyak yang menjuluki Adenium sebagai the desert rose atau Mawar Padang Pasir.<br />
Dilihat dari asalnya, tanaman ini mampu bertahan di iklim yang panas dan kering. Karena itu perawatannya pun tak banyak membutuhkan perhatian khusus, bahkan ia mampu bertahan tanpa disiram selama dua minggu. Faktor yang menguntungkan lainnya, Adenium dapat berbunga kapan saja, tanpa batasan musim dan jumlah bunga dalam satu tanaman pun bisa lebih dari 50 buah!</p>
<p>Bila di rawat dengan baik, tanaman ini memiliki usia yang panjang melebihi usia manusia. Konon, ada Adenium yang usianya telah mencapai 200 bahkan 1000 tahun! Meski tak membutuhkan perawatan khusus, namun masih banyak masyarakat awam yang mengeluh kalau Adeniumnya sulit berbunga. Nah, bila untuk lebih jelasnya, cobalah kiat merawat Adenium berikut ini:</p>
<p>Cara Perawatan Adenium:<br />
1. Adenium membutuhkan cahaya matahari langsung minimal 5 jam perhari. Untuk tanaman muda (di bawah usia 2 bulan) lebih baik diletakkan ditempat yang agak ternaungi.<br />
2. Adenium dapat hidup pada suhu 5 hingga 52 derajat c.<br />
3. Penyiraman dapat dilakukan setiap hari jika musim kemarau tiba, namun kurangi penyiraman saat musim hujan.<br />
4. Pemupukan dapat menggunakan pupuk kandang, humus atau kompos yang ditambahkan pada permukaan media tanam setiap 1 bulan sekali. Selain itu dapat digunakan pupuk organik buatan pabrik dalam bentuk tablet atau butiran. Pupuk kimia buatan pabrik yang bersifat slow release (tidak mudah larut) seperti Dekastar, Magamp, Osmocote setiap 3 atau 6 bulan sekali juga bisa diberikan. Begitu juga dengan Gandasil, Hyponex dll. Sebagian orang juga menambahkan hormon pertumbuhan seperti Atonik, Dekamon dll dengan cara disemprotkan ke sekujur tanaman sebulan sekali.<br />
5. Media tanam bisa menggunakan pasir, arang dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Jika tak ditemukan arang, bisa digunakan sekam atau bahan lainnya yang mirip sifatnya. Lebih sempurna jika ditambah kapur dolomit secukupnya. Penggantian media tanam dapat dilakukan setiap tahun sekali.</p>
<p>Hama dan Penyakit<br />
Layaknya tanaman lain, bila tidak dirawat Adenium juga dapat terserang penyakit yang akan menghambat pertumbuhannya. Kenali dan pahami cara mengatasinya:</p>
<p>Serangan Hama<br />
• Tungau merah adalah musuh besar Adenium. Tandanya daun akan gugur dan menguning di bagian pucuk. Gunakan akarisida seperti: Kelthane atau Omite.<br />
• Kutu Kuning dan Kutu Putih: Berantas dengan Insektisida seperti Supraside, Decis, Curacron atau Basudin 3 kali seminggu.<br />
• Nematod. Serangan umumnya terjadi pada akar, ditandai dengan menguning dan gugur daun. Gunakan Furadan 3G untuk pencegahan.</p>
<p>Serangan Penyakit<br />
• Jamur dan Bakteri. Gejala: daun menguning dan bercak kecoklatan. Semprotkan fungisida seperti Benlate, Dithane M45, atau Rdomil. Untuk mencegahnya tempatkan tanaman di cahaya matahari penuh dan bersihkan lingkungan sekitar.<br />
• Defisiensi unsur hara. Gejala: pertumbuhan daun lambat, daun menguning tanpa sebab, mudah rontok dan bentuk bunga tidak sempurna. Penyebabnya adalah media tanam sudah lama tak diganti atau ph media tanam terlalu asam sehingga mengganggu penyerapan unsur hara. Solusi: ganti media tanam.<br />
• Virus. Gejala: timbul bercak-bercak berwarna lebih muda dari daun atau seperti variegata. Belum ada obatnya.</p>
<p>kalo belum jlas</p>
<p>bisa  krim comen or email in</p>
<p>elangrock22@yahoo.com</p>
Posted in tips tanaman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elangrock.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elangrock.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elangrock.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elangrock.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elangrock.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elangrock.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elangrock.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elangrock.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elangrock.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elangrock.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=32&subd=elangrock&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/26/agar-adenium-terus-berkembang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19aa6635c445ba2ed18b58ec046bbb7a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elangrock</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CONTOH CONTOH PUPUK TANAMAN</title>
		<link>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/26/contoh-contoh-pupuk-tanaman/</link>
		<comments>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/26/contoh-contoh-pupuk-tanaman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 05:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elangrock</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangrock.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Seperti halnya manusia, tanaman hias juga memerlukan nutrisi untuk menunjang kelangsungan hidupnya. Di alam, tanaman cukup mendapatkan nutrisi dari tempat tumbuhnya yang kebanyakan berupa humus yang kaya nutrisi dari hasil pelapukan dedaunan dan kotoran binatang. Sedangkan tanaman yang sengaja ditanam didalam pot tentu saja berbeda. Dengan jumlah media tanam tempat mereka tumbuh yang terbatas, serta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=30&subd=elangrock&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seperti halnya manusia, tanaman hias juga memerlukan nutrisi untuk menunjang kelangsungan hidupnya. Di alam, tanaman cukup mendapatkan nutrisi dari tempat tumbuhnya yang kebanyakan berupa humus yang kaya nutrisi dari hasil pelapukan dedaunan dan kotoran binatang. Sedangkan tanaman yang sengaja ditanam didalam pot tentu saja berbeda. Dengan jumlah media tanam tempat mereka tumbuh yang terbatas, serta iklim dan cuaca yang jauh berbeda dari habitat aslinya, tanaman hias dalam pot memerlukan penanganan dan perlakuan khusus. Untuk memenuhi kebutuhan unsur haranya, tanaman hias dalam pot tergantung pada pemiliknya.<br />
<span id="more-30"></span><br />
Coba kita bayangkan apa jadinya kalau kita kekurangan makanan ?. Tentu saja tubuh menjadi lemah, kurus dan mudah terserang penyakit. Demikian pula tanaman hias, apabila kekurangan nutrisi maka tanaman hias akan menjadi kurus, layu dan bukan tidak mungkin akan mati. Untuk itu pemberian pupuk sebagai nutrisi utama tanaman hias harus diperhatikan dengan cermat.</p>
<p>Saat ini dipasaran banyak sekali ditemukan bermacam jenis dan merk pupuk yang beredar, dengan keunggulan dan kelebihan masing-masing.</p>
<p>Dilihat dari unsur hara yang terkandung di dalamnya, pupuk dibagi menjadi :</p>
<p>1. Pupuk Makro, yaitu pupuk yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar dan bersifat mutlak harus dipenuhi. Unsur hara makro adalah Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Calsium (Ca) dll</p>
<p>2. Pupuk Mikro, yaitu pupuk yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit tetapi tetap dibutuhkan, sekaligus sebagai pelengkap unsur hara makro. Unsur hara mikro adalah Besi (Fe), Boron (Bo), Seng (Zn), Magnesium (Mg), dll</p>
<p>Dilihat dari cara aplikasinya, pupuk dibagi menjadi :</p>
<p>1. Pupuk Akar, yaitu pupuk yang cara aplikasinya ditujukan agar nutrisi diserap oleh akar tanaman. Contoh : Dekastar, Osmocote, Pusar, Mutiara, dll</p>
<p>2. Pupuk Daun, yaitu pupuk yang diaplikasikan dengan menyemprotkannya ke daun, sehingga nutrisi diserap melalui stomata yang terdapat pada daun . Contoh : Growmore, Growquick-S, Grow Up, dll</p>
<p>Dilihat dari bentuknya, pupuk dibagi menjadi :</p>
<p>1. Pupuk Padat, yaitu pupuk yang berbentuk padat baik berupa butir (granule) atau kristal. Pupuk padat ada yang diaplikasikan secara langsung pada media tanam ada juga yang dicampur dengan air untuk kemudian disemprotkan ke tanaman ataupun media tanam. Contoh Pupuk Padat butir : Mutiara, Pusar, SP-36, dll. Contoh pupuk Padat kristal : Growmore, Urea, Hiponex, dll</p>
<p>2. Pupuk Cair, yaitu pupuk yang berbentuk cair, dan aplikasinya umumnya dicampur dengan air terlebih dahulu. Aplikasi pupuk cair pada tanaman hias dilakukan dengan cara penyemprotan, baik pada tanaman maupun pada media tanam. Contoh pupuk cair : Growquick-S, Grow Up, Mushi, dll</p>
<p>3. Pupuk Lambat Urai (Slow Release). Pada dasarnya pupuk lambat urai berbentuk sama dengan pupuk padat granule, tetapi mempunyai kekhususan pada cara pelarutannya, dimana pupuk lambat urai akan terlarut sedikit demi sedikit dalam jangka waktu tertentu. Kelebihan pupuk jenis ini adalah mampu menjamin ketersediaan nutrisi bagi tanaman dalam jangka waktu yang lebih lama, sehingga tidak terlalu sering memupuk tanaman. Pupuk jenis ini dirasakan lebih praktis terutama bagi hobiis yang mempunyai koleksi tanaman dalam jumlah banyak. Contoh : Dekastar, Osmocote, dll.</p>
<p>Dilihat dari bahan bakunya, pupuk dibagi menjadi :</p>
<p>1. Pupuk Organik, yaitu pupuk yang dibuat dari bahan-bahan yang bersifat alami / organik dan tidak mengandung bahan sintetis / kimia. Pupuk organik dibuat dari bahan yang berasal dari tumbuhan atau binatang. Pemakaian pupuk organik didasarkan pada asumsi bahwa sifatnya yang alami sehingga lebih aman bagi manusia dan ramah lingkungan. Jenis pupuk organik sendiri secara tidak langsung bisa dibagi menjadi dua, Yaitu Pupuk Organik langsung pakai seperti : Pupuk kandang, Humus, Andam, Kaliandra, dll. Dan pupuk organik olahan, yaitu pupuk organik yang merupakan ekstraksi dari bahan-bahan organik. Umumnya diproduksi oleh pabrik dan dikemas dalam berbagai macaam kemasan. Contohnya : Biococo, Bio Sugih, Bioreg, dll.</p>
<p>2. Pupuk Unorganik / Kimia, yaitu pupuk yang dibuat dari bahan non organik, alias kima. Pupuk kimia banyak beredar dipasaran, karena relatif lebih mudah didalam produksinya. Saat ini walaupun pemakaian pupuk organik mulai banyak mendapat perhatian, tetapi secara umum pemakaian pupuk kimia masih lebih mendominasi. Contoh pupuk kimia : Growmore, Hyponex, Urea, SP-36, dll</p>
<p>Aplikasi pupuk pada tanaman hias umumnya tidak selalu persis sama. Tergantung pada jenis tanaman, volume dan komposisi media tanam yang digunakan, iklim, ukuran tanaman, dll. Kita ambil contoh, aplikasi pupuk pada Adenium dan Aglaonema tidak bisa disamakan begitu saja. Umumnya adenium apalagi jenis obesum, mengutamakan tampilnya bunga. Sedangkan Aglaonema lebih mengutamakan tampilan daun. Sehingga aplikasi pupuk pada keduanya harus dibedakan. Jenis media tanam yang digunakan juga sangat berpengaruh. Umumnya semakin porous sebuah media tanam, maka akan semakin membutuhkan dosis pemupukan yang lebih sering, terutama pemupukan lewat akar. Hal ini dikarenakan sifat media yang sangat porous, menyebabkan aliran air (yang umumnya juga menghanyutkan pupuk) menjadi lebih besar, sehingga kertersediaan pupuk dalam media-pun akan sering berkurang. Demikian juga iklim dan ukuran tanaman akan sangat berpengaruh dalam aplikasi dan dosis pemupukan.</p>
<p>Namun demikian, walaupun banyak hal yang mempengaruhi apa dan bagaimana aplikasi pupuk pada tanaman hias harus dilakukan, tetapi pada umumnya aplikasi pupuk secara garis besar bisa digolongkan menjadi beberapa golongan :</p>
<p>1. Pupuk Dasar</p>
<p>Pupuk dasar umumnya berupa pupuk organik yang dicampurkan atau merupakan salah satu komponen media tanam. Dengan pupuk dasar, maka ketika tanaman ditanam dalam pot, secara otomatis sudah tersedia cadangan nutrisi, walaupun belum dilakukan pemupukan tambahan/lanjutan. Beberapa hobiis bahkan cukup mempercayakan pasokan nutrisi tanaman hiasnya hanya pada pupuk dasar, tanpa memberikan pupuk tambahan/lanjutan.</p>
<p>Pupuk dasar diaplikasikan ketika pertama kali meramu media tanam, dan diberikan berkala setiap enam bulan atau satu tahun sekali, ketika dilakukan repoting dan penggantian media tanam.</p>
<p>Contoh pupuk Dasar : Kompos, Pupuk Kandang, Andam, Kaliandra, dll</p>
<p>2. Pupuk Pertumbuhan</p>
<p>Pupuk pertumbuhan diberikan setelah tanaman mulai tumbuh, dengan maksud menambah pasokan nutrisi sehingga diharapkan pertumbuhan tanaman menjadi lebih maksimal. Pupuk pertumbuhan bisa merupakan pupuk organik maupun pupuk unorganik.</p>
<p>Pupuk pertumbuhan umumnya mengandung unsur N lebih besar, atau setidaknya NPK Seimbang. Unsur N bersifat memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, sehingga pertumbuhannya menjadi lebih cepat.</p>
<p>Contoh pupuk dengan unsur N tinggi : Gandasil D, Hyponex merah, Vitabloom, Bayfolan, Hortigro biru, Nutra Phos N, dll.</p>
<p>Contoh pupuk dengan NPK seimbang : Pupuk Mutiara, Osmocote, Growmore Hijau, Hyponex Hijau, Pokon 7, Shell Foliar, Hortigro hijau, dll.</p>
<p>3. Pupuk Pembungaan</p>
<p>Pupuk pembungaan umunya diberikan untuk merangsang munculnya bunga, terutama pada tanaman hias berbunga maupun untuk tanaman hias daun yang diharapkan munculnya bunga dengan maksud melakukan perbanyakan generatif dan penyilangan untuk menghasilkan hibryda baru. Pupuk pembungaan juga diberikan untuk memberikan nutrisi yang cukup ketika tanaman hias sedang berbunga, menjaga ketahanan bunga pada tanaman tertentu seperti Adenium, Euphorbia, dll serta untuk memenuhi nutrisi ketika tanaman hias sedang berbuah, seperti pada Aglaonema, Anthurium, dll.</p>
<p>Pupuk pembungaan umumnya lebih banyak mengandung unsur P dan K daripada unsur N.</p>
<p>Contoh pupuk dengan kadar P dan K lebih tinggi dibandingkan dengan N adalah : Gandasil B, Growmore Oranye, Hyponex biru, Instan Red 70, Surplus merah.</p>
<p>Setelah mengetahui jenis dan golongan pupuk, maka seberapa besar dosis yang tepat untuk aplikasi pupuk pada tanaman hias ?. Pertanyaan sederhana ini memang tidak mudah untuk dijawab, karena seperti telah diuraikan sebelumnya, aplikasi pupuk dipengaruhi oleh banyak hal seperti jenis tanaman, volume dan komposisi media tanam yang digunakan, iklim, ukuran tanaman, dll. Tetapi secara umum berdasarkan pengalaman, pemakaian pupuk bisa dilakukan sebagai berikut :</p>
<p>1. Pupuk Dasar</p>
<p>Umumnya pemakaian pupuk dasar berupa kompos, pupuk kandang, andam atau kaliandra sebanyak ¼ sampai 1/3 dari media tanam sudah cukup. Misalnya kita meramu media tanam Cacahan pakis : Sekam bakar : Pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Dilakukan ketika pertama kali meramu media tanam serta secara berkala ketika melakukan repoting dan penggantian media tanam.</p>
<p>2. Pupuk Lanjutan ( Pertumbuhan / Pembungaan )</p>
<p>Karena sifatnya yang berbentuk kemasan, dosis pupuk pertumbuhan / pembungaan lebih mudah ditakar. Dosis yang umum digunakan adalah 2 ml per liter air untuk pupuk cair atau 2 gram per liter air untuk pupuk padat / kristal, dengan aplikasi pemupukan seminggu sekali. Atau bisa juga dengan mengurangi dosis menjadi 1 ml atau 1 gram per liter air, tetapi frekuensi pemupukan lebih sering menjadi dua kali per minggu. Aplikasi pupuk cair atau yang dicairkan seperti ini disemprotkan pada daun, batang dan kar tanaman serta dikocorkan pada media tanam.</p>
<p>Sedangkan untuk pupuk yang berbentuk padat untuk pemupukan akar ataupun pupuk lambat urai, dosisnya lebih tergantung pada ukuran tanaman. Sebagai missal adenium dengan umur 6 bulan, atau aglaonema dengan jumlah daun sekitar 6 – 8 lembar, cukup diberi pupuk sebanyak satu sendok makan per batang tanaman, ditaburkan dsekitar tanaman, lalu ditutup dengan media tanam, sehingga pemupukan lebih efektif. Sedangkan untuk tanaman yang berpotensi menjadi besar seperti Anthurium, maka dosis pemupukan disesuaikan dengan ukuran tanaman.</p>
<p>Sekali lagi, sebenarnya tidak ada pakem dalam aturan pemupukan yang dikatakan sebagai paling baik. Karena baik menurut situasi dan kondisi didaerah A belum tentu tepat diaplikasikan pada daerah B. Untuk itu pengalaman merupakan guru yang paling baik dalam aplikasi pemupukan tanaman hias. Satu hal yang harus selalu diingat adalah, bahwa pupuk pada tanaman hias sebaiknya dilakukan secara berimbang, dalam arti berimbang dalam komposisi unsur hara makro dan mikro, maupun dosis yang digunakan. Pemupukan yang minim membuat tanaman hias menjadi kurang sehat dan tidak sedap dipandang mata, tetapi sebaliknya pemupukan yang berlebihan juga berefek kurang baik pada tanaman, membuang biaya dan yang paling berbahaya, terutama pada pemakaian pupuk kimia, akan berdampak negatif pada lingkungan. Untuk itu bijaksanalah dalam pengaplikasian pupuk pada tanaman hias kesayangan dirumah. Semoga membantu.</p>
Posted in tips tanaman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elangrock.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elangrock.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elangrock.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elangrock.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elangrock.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elangrock.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elangrock.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elangrock.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elangrock.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elangrock.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=30&subd=elangrock&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/26/contoh-contoh-pupuk-tanaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19aa6635c445ba2ed18b58ec046bbb7a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elangrock</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CARA PERAWATAN EUPHORBIA</title>
		<link>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/cara-perawatan-euphorbia/</link>
		<comments>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/cara-perawatan-euphorbia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 09:51:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elangrock</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangrock.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Media Tanam:
Euphorbia suka media kering, dan porous (tidak mengikat air terlalu lama). Drainase yang buruk, akan membuat busuk akar.
Berdasarkan pengalaman sejumlah nurseri, media tanam yang akan menghasilkan Euphorbia Anda sehat dan rajin berbunga adalah campuran serbuk kelapa (cocopeat), sekam bakar, sekam biasa, pasir kasar/ pasir malang dan pupuk kandang. Serbuk kelapa yang digunakan sebaiknya dipilih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=27&subd=elangrock&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Media Tanam:<br />
Euphorbia suka media kering, dan porous (tidak mengikat air terlalu lama). Drainase yang buruk, akan membuat busuk akar.</p>
<p>Berdasarkan pengalaman sejumlah nurseri, media tanam yang akan menghasilkan Euphorbia Anda sehat dan rajin berbunga adalah campuran serbuk kelapa (cocopeat), sekam bakar, sekam biasa, pasir kasar/ pasir malang dan pupuk kandang. Serbuk kelapa yang digunakan sebaiknya dipilih yang masih baru. Serbuk kelapa lama, biasanya banyak menyimpan air.<br />
<span id="more-27"></span><br />
Bisa juga gunakan campuran pasir kasar/ malang, sekam biasa dan pupuk kandang.<br />
Penting. Sebelum, digunakan, media sebaiknya disterilkan dulu agar terbebas dari bibit penyakit. Caranya, serbuk kelapa dikukus selama 1-2 jam. Sedang pupuk kandang, sebaiknya yang sudah matang dan steril yang ditandai dengan warna hitam pekat. Hal ini untuk mencegah munculnya bakteri atau cendawan yang dapat merusak tanaman.</p>
<p>Jangan gunakan tanah merah atau tanah liat, karena daya ikat airnya cukup tinggi.<br />
Agar Euphorbia Tumbuh Subur dan Berbunga:</p>
<p>Tak kenal maka tak sayang. Jika Anda tahu dan kenal karakter Euphorbia milii, maka tanaman ini akan tumbuh subur dan rajin berbunga. Beberapa hal yang harus diketahui:<br />
Penyiraman:Euphorbia suka air. Meski tidak suka basah, kebutuhan airnya cukup tinggi. Tapi pemberian air berklebihan, bisa megakibatkan akar busuk. Akar busuk berwarna coklat, lembek seperti bubur bila dipegang. Sebaliknya kalau penyiraman jarang dilakukan, tanaman terkena dehidrasi, kekurangan air. Tandanya, tanaman mengkerut, daun menguning, mudah rontok dan sosok tanaman menjadi kerdil. Jika dibiarkan, lambat laun, tanaman Anda akan merana, dan mati.</p>
<p>Penyiraman dilakukan jika media terlihat kering. Tapi jangan percaya pada pandangan mata saja. Gunakan jari, untuk mengorek medianya sedalam 1-2 cm. Jika terasa tanah masah, ya, Euphorbia Anda tak perlu disiram. Sebaliknya jika terasa kering, segera lakukan penyiraman. Waktu penyiraman sebaiknya pagi hari, pukul -8.00-09.00 atau sore, pukul 15.00-16.00<br />
Jangan menyiram pada saat siang atau sinar matahari trerlalu terik. Percuma, air akan mengicap sebelum diserap tanaman.</p>
<p>Penyiraman dianggap cukup, kalau air sudah keluar dari lubang bawah pot.<br />
Gunakan sprayer atau gembor, agar air yang keluar lebih halus dan tidak merusak tanaman.<br />
Sebaiknya, seluruh tanaman ikut disiram agar debu atau kotoran yuang menempel hilang terbawa air.<br />
PenyianganDi dalam pot, gulma, rumput atau tanaman liar lain, biasanya ikut tumbuh. Jika dibiarkan, mereka bisa mengambil nutrisi milik Euphorbia Anda. Maka, cabut saja, gulma-gulma itu, dan bersihkan pot Anda.<br />
PemangkasanPemangkasan bertujuan untuk mempercantik tajuk tanaman, juga untuk mengurangi penguapan pada masa vegetasi.</p>
<p>Cabang-cabang yang tidak beraturan diopotong. Tunas baru yang muncul pada tanaman berumur 1 tahun juga dipangkas agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman induk. (Sst&#8230; bekas potongannya jangan dibuang, lho, karena masih bisa dijadikan bibit, baik untuk setek atau sambung batang).<br />
Bunga tua juga harus dipangkas.</p>
<p>Bunga Euphorbia bisa tahan selama 2 bulan. Lama-lama, warnanya pudar, kusam akhirnya layu. Sebaiknya potong agar bunga baru muncul.</p>
<p>Pemupukan:Seperti tanaman lain, Euphorbia milii juga butuh unsur hara untuk mengeluarkan bunga. Unsur hara diperoleh dari media tanamnya. Namun kadang tidak cukup, sehingga perlu diberi tambahan berupa pupuk.</p>
<p>Pemberian pupuk harus rutin dan tepat dosis. Kalau berlebihan tanaman bisa terganggu, kalau terlalu sedikit, kondisi tanaman merana.</p>
<p>Tanaman yang baru ditanam sebaiknya jangan dipupuk dulu. Setelah itu baru diberi pupuk NPK 20:20:20, dosis 1 gr/ liter/ per tanaman. Aplikasi pupuk seminggu sekali dengan cara mengocorkan ke media tanam.<br />
Pupuk lain yang dapat digunakan, pupuk slow release, seperti Dekastar, Megakamp dan Osmocote dengan dosis 5 gr per tanaman. Aplikasi setiap 3 bulan sekali. Pupuk ini tidak cepat larut, dan menyerap pelan-pelan.Kenali Penyakit Euphorbia:Meski jarang terserang penyakit atau hama, tak berarti Euphorbia bebas penyakit. Berikut penyakit yang harus diwaspadai:WHITE FLIES. Penyebabnya kutu putih (Homopteraaleyrodiae), sering muncul di musim kemarau.<br />
Gejala serangannya: daun hitam di permukaan atas dan bawah, dan terlihat banyak semut di sekitar daun. Telur dan larva ditempat di bawah daun. Obatnya? Semprotkan Pegasus konsentrasi 05, ml/ liter ditambah 0,5 ml Biosoft. Atau dengan Metindo konsentrasi 1 gr/ liter air.</p>
<p>Penyemprotan sebaiknya diarahkan ke permukaan bawah daun. Hanya, jika sudah terserang parah, sebaiknya cabut saja, dan dibakar.</p>
<p>BACTERIAL SOFT ROOT. Biang keroknya, bakteri Erwinia carotavora. Serangan terlihat pada batang tanaman. Batang berwarna kehitam-hitam, dan jika dipegang, batang terasa lunak. Lama-lama, kalau dibiarkan, batrang rebah, dan busuk. Jika dicium, batang berbau busuk.</p>
<p>Penyakit ini muncul jika kondisi pertanaman lembab akibat hujan yang terus menerus dan kurang cahaya.<br />
Penyebab lain, saat pengangkutan. Yaitu akibat duri-duri Euphorbia bersinggungan yang meninggalkan luka.<br />
Cara mengatasinya? Pangkas saja bagian yang terserang dan semprot dengan bakterisida Starner dengan dosis yang dianjurkan pada label.</p>
<p>MEALY BUG. Penyebabnya, kutu putih Homoptera. Kutu ini punya semacam tepung di tubuhnya yang dilapisi lilin sehingga tampak seperti kapas. Dibanding white flies, kutu ini tidak aktif. Gejala serangannya, permukaan bawah dan atas daun menjadi hitam. Akibat serangan, pertumbuhan terhambat. Cara mengendalikannya, sama saja dengan cara menangani white flies tadi.<br />
ULAT. Ulat muncul ketika peralihan musim. Hati-hati. Daun dibuat berlubang, dan ditinggali kotongan hitam. Kalau dibiarkan, bahaya, bisa membuat batang Euphorbia juga akan roboh dan mati. Cara menumpasnya, adalah disemprot dengan Metindo, dosis 1 gr/ per liter air. Lakukan semprotan seminggu sekali atau dua kali seminggu, tergantung keparahannya. Kalau mau mencegah, gulma harus dibersihkan.</p>
Posted in tips tanaman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elangrock.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elangrock.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elangrock.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elangrock.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elangrock.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elangrock.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elangrock.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elangrock.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elangrock.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elangrock.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=27&subd=elangrock&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/cara-perawatan-euphorbia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19aa6635c445ba2ed18b58ec046bbb7a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elangrock</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CARA PERAWATAN ADENIUM</title>
		<link>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/cara-perawatan-adenium/</link>
		<comments>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/cara-perawatan-adenium/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 09:50:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elangrock</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangrock.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[· Adenium membutuhkan cahaya matahari langsung minimal 5 jam perhari. Untuk tanaman muda (di bawah usia 2 bulan) lebih baik diletakkan ditempat yang agak ternaungi
· Adenium dapat hidup antara suhu 5-52 derajat c.
· Penyiraman dapat dilakukan setiap hari jika musim kemarau tiba, namun kurangi penyiraman saat musim hujan.
· Pemupukan dapat menggunakan pupuk kandang, humus atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=25&subd=elangrock&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>· Adenium membutuhkan cahaya matahari langsung minimal 5 jam perhari. Untuk tanaman muda (di bawah usia 2 bulan) lebih baik diletakkan ditempat yang agak ternaungi</p>
<p>· Adenium dapat hidup antara suhu 5-52 derajat c.</p>
<p>· Penyiraman dapat dilakukan setiap hari jika musim kemarau tiba, namun kurangi penyiraman saat musim hujan.</p>
<p>· Pemupukan dapat menggunakan pupuk kandang, humus atau kompos yang ditambahkan pada permukaan media tanam setiap 1 bulan sekali. Selain itu dapat digunakan pupuk organik buatan pabrik dalam bentuk tablet atau butiran. Juga pupuk kimia buatan pabrik yang bersifat slow release (tidak mudah larut) seperti Dekastar, Magamp, Osmocote setiap 3 atau 6 bulan sekali.Pupuk daun dapat juga diberikan, seperti Gandasil, Hyponex dll. disamping itu dapat ditambahkan hormon pertumbuhan seperti Atonik, Dekamon dll dengan cara disemprotkan ke sekujur tanaman sebulan sekali.</p>
<p>· Media tanam : Bisa digunakan pasir + arang + pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Jika tak ditemukan arang bisa digunakan sekam atau bahan lainnya yang mirip sifatnya. Lebih sempurna jika ditambah kapur dolomit secukupnya. Penggantian media tanam dapat dilakukan setiap tahun sekali<br />
Hama dan Penyakit</p>
<p>· Tungau merah adalah musuh besar Adenium. Tandanya: daun gugur dan menguning bagian pucuk. Gunakan akarisida seperti: Kelthane atau Omite.</p>
<p>· Kutu Kuning dan Kutu Putih: berantas dengan Insektisida seperti Supraside, Decis, Curacron atau Basudin 3 kali seminggu.</p>
<p>· Nematod. Serangan umumnya terjadi pada akar, ditandai dengan menguning dan gugur daun. Gunakan Furadan 3G untuk pencegahan.</p>
<p>Serangan Penyakit</p>
<p>· Jamur dan Bakteri: Gejalanya : daun menguning dan bercak kecoklatanSemprotkan fungisida seperti Benlate, Dithane M45, atau Rdomil. Untuk pencegahan: tempatkan tanaman di cahaya matahari penuh, bersihkan lingkungan.</p>
<p>· Defisiensi unsur hara. Gejala yang sering terjadi adalah pertumbuhan daun lambat, daun menguning tanpa sebab,mudah rontok, bunga tidak sempurna bentuknya dan mudah rontok. Penyebabnya adalah media tanam sudah lama tak diganti atau ph media tanam terlalu asam sehingga mengganggu penyerapan unsur hara. Ganti media tanam.</p>
<p>· Virus. Gejalanya adalah muncul bercak-bercak yang berwarna lebih muda dari warna daun atau seperti variegata. Belum ada obatnya.</p>
Posted in tips tanaman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elangrock.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elangrock.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elangrock.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elangrock.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elangrock.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elangrock.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elangrock.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elangrock.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elangrock.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elangrock.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=25&subd=elangrock&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/cara-perawatan-adenium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19aa6635c445ba2ed18b58ec046bbb7a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elangrock</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CARA MENYEMAI BIJI ADENIUM</title>
		<link>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/cara-menyemai-biji-adenium/</link>
		<comments>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/cara-menyemai-biji-adenium/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 07:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elangrock</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangrock.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Dengan menggunakan media tanam :
* Siapkan media penyemaian biji. Bisa berupa pot berdiameter 30 atau 40 cm; atau bisa juga gunakan tray khusus untuk penyemaian.
* Media penyemaian yang bisa digunakan adalah cocopeat (sabut kelapa) yang banyak dijual di toko-toko saprotan, dicampur dengan sekam bakar secukupnya dan pasir malang. Perbandingan 2:2:1.
* Masukkan media semai tsb ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=23&subd=elangrock&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dengan menggunakan media tanam :</p>
<p>* Siapkan media penyemaian biji. Bisa berupa pot berdiameter 30 atau 40 cm; atau bisa juga gunakan tray khusus untuk penyemaian.<br />
* Media penyemaian yang bisa digunakan adalah cocopeat (sabut kelapa) yang banyak dijual di toko-toko saprotan, dicampur dengan sekam bakar secukupnya dan pasir malang. Perbandingan 2:2:1.<br />
* Masukkan media semai tsb ke dalam pot atau tray tadi setinggi 3/4-nya.<br />
* Semprot media dengan air menggunakan sprayer.<br />
* Buatlah lubang tanam, bisa menggunakan pensil atau telunjuk, sedalam sekitar 1 cm dengan jarak antar lubang sekitar 1,5 cm.<br />
* Masukkan biji satu per satu ke dalam lubang-lubang tadi.<br />
* Letakkan biji-biji Adenium dengan posisi tidur. Jadi jangan disebar secara acak.<br />
* Tutupi biji dengan media tanam yang sama di atasnya.<br />
* Semprot lagi bagian atas media sampai basah dengan menggunakan sprayer. (Ada beberapa pekebun, yang kemudian menutupi atau pot atau tray dengan plastik agar tetap lembab.)<br />
* Letakkan di tempat teduh, dengan cahaya matahari, dan sirkulasi udara yang baik (berangin).<br />
* Dalam waktu 7-10 hari, biji akan menjelma menjadi kecambah<br />
* Setelah tinggi kecambah mencapai sekitar 5-8 cm, dan punya 3-4 pasang daun, kecambah-kecambah tadi bisa dipindah ke dalam pot tersendiri.<br />
* Kecambah itu sudah siap dijemur secara bertahap.</p>
<p>forum.sumsel.com</p>
Posted in tips tanaman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elangrock.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elangrock.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elangrock.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elangrock.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elangrock.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elangrock.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elangrock.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elangrock.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elangrock.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elangrock.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=23&subd=elangrock&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/cara-menyemai-biji-adenium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19aa6635c445ba2ed18b58ec046bbb7a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elangrock</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adenium Bergaya Bonsai</title>
		<link>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/adenium-bergaya-bonsai/</link>
		<comments>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/adenium-bergaya-bonsai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 06:51:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elangrock</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangrock.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Bunga melebat dengan bonggol merlekuk unik dan canti merupak dambaan bagi pehobi adenium. Bagi penggemar tanaman hias pada umumnya, sosok mawar gurun ini memang layak dikagumi. Adenium bukan saja menampilkan bunga berlimpah dan menawan. Tanaman sukulen ini mampu menyuguhkan karakter yang khas kepada pemiliknya.
Dunia berhobi adenium saat ini menunjukkan gejala mengarah kepada adenium bergaya bonsai. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=19&subd=elangrock&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bunga melebat dengan bonggol merlekuk unik dan canti merupak dambaan bagi pehobi adenium. Bagi penggemar tanaman hias pada umumnya, sosok mawar gurun ini memang layak dikagumi. Adenium bukan saja menampilkan bunga berlimpah dan menawan. Tanaman sukulen ini mampu menyuguhkan karakter yang khas kepada pemiliknya.</p>
<p>Dunia berhobi adenium saat ini menunjukkan gejala mengarah kepada adenium bergaya bonsai. Kondisi seperti ini membuat sosok adenium tak lagi dinikmati keindahan bunganya saja. Namun juga komposisi bentuk dan keseimbangan proporsi postur tajuk, batang dan bonggol tanaman.</p>
<p>Sepintas lalu adenium seperti itu bertampang seperti bonsai. Namun, demikian, banyak pehobi dan penggemar tanaman bonsai tidak setuju bila tanaman gurun ini dimasukkan sebagai bonsai. Pasalnya adenium adalah tanaman sekulen yang tidak berzat kayu. Sementara itu, tanaman yang bisa dibonsaikan adalah jenis tanaman yang berkayu. Sebut saja adenium bergaya bonsai. Bukan bonsai adenium.</p>
<p>Semakin banyak daya tarik dan keindahan yang ditawarkan tentu akan didampingi dengan banyak permasalahn pula. Aneka problem tersebut tentu saja bukan menjadi penghalang bagi kita. Namun justru membuat kita menjadi semakin tertantang mendalami hobi adenium. Buku ini akan mengulas berbagai Trik dan Tips seputar hobi adenium.</p>
<p>Antara Bonggol dan Bunga</p>
<p>Ada banyak sekali ragam varietas adenium berbunga yang bisa kita pilih sebagai tanaman kelangenan. Disamping itu ada pula jenis adenium berbonggol indah yang bisa dikoleksi. Umumnya, bonggol adenium bunga tidak bisa menggembung dan berbentuk unik. Sebaliknya jenis adenium berbonggo,besar pada umumnya tidak bisa menghasilkan bunga dalam jumlah yang banyak. Adenium berbonggol gempal dengan bunga yang melimpah bisa diperoleh dengan jalan penyambungan.</p>
<p>Jenis adenium bonggol yang saat ini banyak perdagangkan adalaj jenis adenium Arabicum. Adenium jenis ini sering digunakan sebagai batang bawah. Adenium arabicum termasuk jenis langka. Penampilannya sangat eksotis karena batangnya besar dengan percabangan banyak. Takheran jika banyak diburu untuk dijadikan batang bawah. Keistimewaan tanaman yang berjuluk queen of thousand flower ini adalah rajin berbunga. Bunganya berwarna putih dengan pinggiran merah muda dan corong putih. Namun tanaman ini sulit di perbanyak. Ukuran bunga mencapai sekitar 4-8 ,5 cm.</p>
<p>Somalense merupakan species yang lain. berasal dari somalia selatan sampai daerah di kenya dan tanzania. di somalia dan beberapa area di kenya , tanaman ini merupakan tanaman berukuran kecil sampai berukuran 15 kaki dengan bonggol batang berukuran sangat besar. tetapi didaerah lain cenderung menyemak menyerupai obesum. bunganya berukuran agak kecil</p>
<p>Seputar Benih dan Biji</p>
<p>Sukses berhobi dan budidaya adenium diawali dari mutu biji, cara penyemaian dan perawatan bibit. Pemilihan biji harus dilakukan secara teliti dan benar. Setelah di pilih, benih masih harus disemai sampai menjadi bibit adenium. Tanaman muda itu wajib dirawat secara benar.</p>
<p>Memilih Benih</p>
<p>Adenium berkembiak dan menyebarkan biji dengan bantuan angin. Itu sebabnya, biji adenium didisain oleh Sang Pencipta berbentuk aerodinamis. Akibatnya benda menyerupai jarum itu ringan dan ber berkulit tipis. Hal seperti itu menyebabkan fungsi perlindungan embrio dalam benih menjadi minim. Sehingga benih adenium menjadi bersifat rentan terhadap pengaruh lingkungan luar. Kulaitasnya pun cepat mengalami penurunan.</p>
<p>Cara memilih benih adenium berbeda dengan benih jenis tanaman lain. Cara pemilihan beih adenium tidak bisa dilakukan dengan jalan memasukkan ke dalam air. Benih adenium sangat ringan. Sehingga benih berkualitas akan tetap mengambang dan tidak pernah tenggelam ke dasar.</p>
<p>Pemilihan benih yang umum dilakukan didasarkan kepada umur benih. Benih dikatakan berkualitas bila umurnya tidak lebih dari 2 bulan. Benih seperti itu ditandai dengan kulitnya yang nampak elastis dan pejal. Sementara itu, benih yang sudah lama tersimpan nampak berkerut, rapuh, serta berwarna coklat kotor.</p>
<p>Cara lain untuk menandai benih berkualitas dapat dilakukan dengan jalan menekan benih dengan ujung jari telunjuk dan ibu jari. Benih berkualitas terdapat isi benjolan di dalamnya. Benjulan tersebut adalah embrio dan cadangan makanan.Bila kulit mudah pecah, berarti benih sudah lama. Buang saja benih seperti itu.</p>
<p>Menyemai Benih</p>
<p>Langkah penyemaian bisa diawali dengan menyiapkan tray atau pot. Anda bisa memanfaatkan nampan sebagai tray. Sebagai saluran drainasi alias pembuangan air, dibagian bawah nampan itu dibuat lubang dengan jarak antar 1 cm. Nampan tersebut sebaiknya dipilih yang berukuran 60×40cm tinggi 7 cm</p>
<p>Persiapan berikutnya yaitu media penyemaian. Anda bisa meramu media persemaian dengan bahan dasar yang terbuat dari campuran arang sekam, pasir malang, coco peat(sabut kelapa), dan sedikit tanah. Komposisinya masing-masing 3:2:1:0.25. Sebelum media tanam dimasukkan, akar pakis dimasukkan lebih dulu setebal 1 cm. Fungsinya untuk mencegah penymbatan lubang drainasi. Setelah itu, media tanam dibasahi dengan bantuan sprayer. Lalu dimasukkan ke dalam nampan setebal 5 cm.</p>
<p>Biji lalu bisa ditaburkan. Dengan jalan menatanya. Jarak antar biji berkisar antara 2,5 – 3 cm. Etelah tertata, biji lalu bisa ditutup dengan campuran arang sekam dan pasir. Perbandingannya 2 : 1. Disarankan tidak memakai adonan coco peat dengan tanah untuk menutup biji. Sebab dikhawatirkan media tersebut terlalu banyak menyimpan air. Sehingga bisa menyebabkan benih menjadi busuk. Setelah benih ditutup dengan media tanam setebal 1 cm, Anda bisa segera menyiramnya dengan bantuan sprayer. Tray persemaian lalu ditutup dengan plastik selama 2 hari. Setelah itu dibuka. Sekitar 12 &#8211; 14 hari kemudian, benih akan tumbuh.</p>
<p>Biji akan mulai bertunas pada umur 12-14 hari. Setelah tanaman tumbuh setinggi 4-5 cm (umur 2-3 bulan) , bibit dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar. Jangan memindahkan bibit yang masih kecil karena dikhawatirkan belum kuat beradaptasi dengan media baru.<br />
Setelah bjiji menjadi kecambah, problem seringkali muncul. Antara lain:<br />
Kecambah tumbang</p>
<p>Dimulai dari beberapa kecambah dulu kemudian, –seperti menulari yang lain,– beberapa lainnya lagi ikut tumbang. Penyebabnya, drainase penyemaian yang kurang baik yang mengakibatkan akar menjadi busuk.<br />
Bonggol membusuk</p>
<p>Umumnya disebabkan oleh Pithium atau Phytopthera terutama ketika kecambah dipindahkan. Benih dengan akar dan bonggol busuk dengan mudah bisa dilihat dari daun-daunnya yang menguning.<br />
Ulat</p>
<p>Hal ini menyebabkan benih jadi mati.</p>
<p>Cara semai:<br />
Anda bisa mengunakan nampan kecil.<br />
Lubangi bagian bawah jarak 1 1cm.<br />
Persiapkan media terdiri dari sekam bakar halus atau gunakan pasir steril saja. Penambahan pupuk akan memyebabkan media panas dan biji tidak tumbuh.<br />
Masukkan media ke nampan.<br />
Tanam biji posisi tidur.<br />
Tutupi biji dg sekam bakar.<br />
Spray teratur ke media.<br />
Tutup dengan plastik or tempatkan di tempat teduh.<br />
Biji berkecambah umur 7 hari.<br />
Bila kering spray secara halus jgn terlalu basah.<br />
Pupuk kandang, untuk penyemaian sebnarnya belum memerlukan pupuk ini, apalagi kalo pupuk itu masih mentah, al hasil bukannya biji tumbuh, malah mati karena panas.</p>
<p>Dari : daunbagus.com</p>
Posted in tips tanaman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elangrock.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elangrock.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elangrock.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elangrock.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elangrock.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elangrock.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elangrock.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elangrock.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elangrock.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elangrock.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=19&subd=elangrock&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/adenium-bergaya-bonsai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19aa6635c445ba2ed18b58ec046bbb7a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elangrock</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membesarkan Bonggol Adenium</title>
		<link>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/membesarkan-bonggol-adenium/</link>
		<comments>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/membesarkan-bonggol-adenium/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 06:47:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elangrock</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangrock.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Hampir 90 % sel tanaman tersusun air dan tidak salah bila dikatakan dimensi tanaman sangat tergantung dengan banyaknya air yang ditampung dalam sel (vacuola / rongga sel). Faktor-faktor yang berpengaruh dalam hal ini adalah tingkat kelenturan (extensibilitas) dinding sel dan besarnya influk air ke dalam sel.
Tingkat pertumbuhan sel meningkat dengan cepat bila extensibilitas sel dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=17&subd=elangrock&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hampir 90 % sel tanaman tersusun air dan tidak salah bila dikatakan dimensi tanaman sangat tergantung dengan banyaknya air yang ditampung dalam sel (vacuola / rongga sel). Faktor-faktor yang berpengaruh dalam hal ini adalah tingkat kelenturan (extensibilitas) dinding sel dan besarnya influk air ke dalam sel.</p>
<p>Tingkat pertumbuhan sel meningkat dengan cepat bila extensibilitas sel dan influk air ke dalam sel juga meningkat. Nah tinggal dicari apa yang mempengaruhi dua faktor tersebut di atas.</p>
<p>Perlu digarisbawahi, pertumbuhan sel tanaman dimulai dengan pemanjangan (ratio pemanjangan jauh lebih tinggi dari pelebaran) dan disebut pertumbuhan primer. Setelah tahap pemanjangan sampai titik maksimum kemudian diikuti pertumbuhan kearah lateral/pelebaran (pertumbuhan sekunder). Pertumbuhan selanjutnya terjadi pada titik tumbuh baru (meristem) dengan mekanisme dan proses yang sama seperti di atas.</p>
<p>Bahwa hormon auksin, hormon giberelin, dan ekspansin (sejenis senyawa protein) dipercaya dapat meningkatkan kelenturan dinding sel.</p>
<p>Berita baik, urea yang sudah sangat kita kenal mempunyai dampak mirip dengan kerja ekspansin. Berita buruk, hati-hati dengan urea, tanaman mudah layu dan dinding sel jadi rawan pembusukan.</p>
<p>Mungkin tambahan 1 sendok makan (10 gram) urea dilarutkan dalam 25 liter air (setara 186 ppm urea 46%) diberikan satu minggu sekali akan cukup aman.</p>
<p>Catatan : bila pakai urea, agar efektif pastikan media tanam jangan pasir melulu, karena urea seperti halnya pupuk organik yang lain, perlu dekomposisi oleh mikroorganisme sebelum dapat diserap tanaman.</p>
<p>Tharie Wie</p>
Posted in tips tanaman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elangrock.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elangrock.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elangrock.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elangrock.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elangrock.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elangrock.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elangrock.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elangrock.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elangrock.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elangrock.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=17&subd=elangrock&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/membesarkan-bonggol-adenium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19aa6635c445ba2ed18b58ec046bbb7a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elangrock</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Grafting Bor Pada Adenium</title>
		<link>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/grafting-bor-pada-adenium/</link>
		<comments>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/grafting-bor-pada-adenium/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 06:45:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elangrock</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangrock.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Apa bagusnya Grafting Bor Kenapa harus Grafting Bor Dan mungkin banyak lagi pertanyaan yang akan muncul berkisar grafting dengan cara bor ini. Apakah ini suatu metoda baru? Tidak, ini bukan suatu metoda grafting baru, grafting dengan cara bor sudah lama dikenal oleh trainner bonsai, hanya saja grafting bor pada Adenium sedikit dimodifikasi sesuai dengan struktur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=15&subd=elangrock&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apa bagusnya Grafting Bor Kenapa harus Grafting Bor Dan mungkin banyak lagi pertanyaan yang akan muncul berkisar grafting dengan cara bor ini. Apakah ini suatu metoda baru? Tidak, ini bukan suatu metoda grafting baru, grafting dengan cara bor sudah lama dikenal oleh trainner bonsai, hanya saja grafting bor pada Adenium sedikit dimodifikasi sesuai dengan struktur batang adenium itu sendiri. Bila pada bonsai berkayu keras, kita dapat melakukan grafting bor langsung dengan mengunakan bor tangan atau bor listrik dengan mata bor yang disesuaikan dengan besarnya entres yang hendak di grafting. Tapi pada adenium yang berbatang kayu semu seperti umumnya pohon sukulen, akan sangat mudah busuk dan rusak bila dilakukan pengeboran dengan alat bor pada umumnya.</p>
<p>1. Peralatan.</p>
<p>Untuk melakukan Grafting Bor pada Adenium, kita memerlukan peralatan sbb;</p>
<p>1.a. Pipa Aluminium atau pipa stainless yg besarnya sesuai dengan entress yang akan digrafting. Pipa pipa tersebut kemudian diasah pada salah satu ujung bagian dalamnya sehingga menjadi tajam dan rata. Pengasahan pipa dapat dilakukan dengan menggunakan amplas. Pipa ini dianjurkan disiapkan dalam beberapa ukuran, mengingat entress yang akan kita grafting pun bervariasi besarnya.</p>
<p>1.b.Pisau kecil yang tajam dan runcing. Pisau yang dapat digunakan seperti pisau untuk pengrajin (hobbies tools set) yang dapat diperoleh di toko perkakas atau pisau bedah yang dapat diperoleh di toko alat alat kedokteran.</p>
<p>1.c.Lem yang kuat dan cepat kering, lem yang biasa digunakan disini adalah Power Glue.</p>
<p>1.c.a Alkohol, untuk menstrerilkan alat alat diatas yang akan dipakai untuk grafting.</p>
<p>1.c.b. Kain yang bersih dan kering atau tissue.</p>
<p>2. Cara Kerja.</p>
<p>Berikut ini adalah langkah langkah untuk melakukan Grafting Bor.</p>
<p>2.a. Siapkan pohon dan entress yang akan digrafting. Bersihkan permukaan pohon yang akan dibor dengan kain yang bersih, tapi jangan sampai melukai.</p>
<p>2.b. Bersihkan peralatan yang telah disiapkan dengan cara merendam dalam alkohol dan biarkan kering (bisa dibantu dengan membakarnya pakai korek api gas).</p>
<p>2.c. Pilih pipa yang besarnya sesuai dengan entress yang akan digrafting, lalu tancapkan secara tegak-lurus pada pohon dititik dimana entress akan ditempelkan sedalam kurang lebih 3-5mm, lalu dicabut keluar. Batang pohon bekas tancapan pipa akan terpotong membentuk bulatan sebesar diameter pipa.</p>
<p>2.d. Ambil pisau kecil yang telah disiapkan dan bersihkan potongan pohon dari pipa sedalam yang kita tancapkan.</p>
<p>2.e. Ambil entress yang telah kita siapkan, potong sedikit ujung entress tersebut dan tancapkan ke lubang pada pohon yang telah kita buat secara tegak lurus, apabila keluar getah bersihkan dengan kain atau tissue yang telah disediakan. Lalu teteskan Power Glue pada batas sambungan dan tiup hingga kering.</p>
<p>2.f. Lakukan langkah langkah diatas (2.c. hingga 2.e.) untuk entress entress lain yang akan digrafting.</p>
<p>2.g. Taruh pohon yang sudah selesai digrafting pada tempat sedikit ternaungi dan tidak terkena hujan selama seminggu agar entress yang disambung tidak mudah layu.</p>
<p>3. Kekurangan dan kelebihan Grafting Bor.</p>
<p>Segala sesuatu hal didunia ini selalu ada plus minusnya, tidak terkecuali pada metoda Grafting Bor.</p>
<p>Kelebihan dari Grafting Bor.</p>
<p>Kelebihan dari metoda grafting antara lain, tidak adanya bekas luka yang menandakan kalau entress yang kita graftingkan adalah graftingan. Akan bagus bila diterapkan pada penambahan cabang untuk pembentukan bonsai yang kita bentuk, misalnya untuk mengisi kekosongan ruang pada dimensi bonsai atau untuk sekedar menambahkan anak cabang, sehingga memiliki percabangan yang lebih banyak sesuai dengan yang kita inginkan.</p>
<p>Penbentukan percabangan yang tidak mungkin kita dapat dari pertumbuhan alami pohon atau yang terlalu lama ditunggu pada pertumbuhannya.</p>
<p>Kekurangan dari Grafting Bor.</p>
<p>Kekurangan dari grafting bor adalah diperlukannya suatu ketelitian dalam prosesnya sendiri. Tidak seperti proses metode grafting lainnya, pada grafting bor kita harus membersihkan lubang bor pada pohon yang kita buat dengan ektra hati hati dan teliti agar tidak merusak jaringan pohon yang bisa mengakibatkan pembusukan. Entress yang ditempelkan pada grafting bor cenderung lebih gampang lepas dibanding metoda lainnya sehingga dari proses grafting hingga entress telah menempel pada pohon harus diperhatikan agar pohon tidak digoyang atau tersentuh. Menurut pengalaman entress akan menempel cukup kuat setelah minimal 1 bulan.</p>
<p>Selamat Mencoba!</p>
<p>Adenium Bergaya Beringin</p>
<p>Untuk pembentukan Adenium dengan gaya beringin, diperlukan ;</p>
<p>Hormon perangsang penumbuh akar.</p>
<p>Kantong plastik kecil untuk pencangkokan.</p>
<p>Kawat untuk tracking.</p>
<p>Cara pembuatannya sederhana, siapkan pohon yang akan dibentuk, disarankan pohon dengan percabangan yang cukup banyak dan seimbang. Sayat sedikit pada titik di cabang dimana akar akan dimunculkan, lalu oleskan hormone peransang penumbuh akar. Biarkan luka agak mongering kemudian bungkus plastic yang telah diisikan media tanam layaknya mencangkok pohon. Suntikan larutan B1 untuk mempercepat perakaran bila media kering. Setlah 4 -6 minggu akar akar muda akan keluar dari sayatan cabang yang dicangkok tadi, tata akar sedemikian rupa, buang yang kelebihan atau tidak perlu. Usahakan akar menyentuh media tanam. Lakukan tracking bila perlu. 3 minggu pertama akar harus sering disemprot dengan larutan NPK seimbang yang encer, dimaksudkan agar akar tidak kering dan mati.</p>
<p>Adenium dengan Gaya Kulit Pohon Tua</p>
<p>Jika kita mempunyai adenium dengan kulit yang cacat pada cabang / batangnya, mungkin gampang saja mengobatinnya, yaitu tinggal dipotong habis sebatas cacatnya tadi. Lalu bagaimana bila cacat kulit tersebut pada bonggol Adinum tentu akan kelihatan lebih jelek lagi.</p>
<p>Nah coba ikuti yang satu ini, cukup menyediakan fungisida dalam bentuk serbuk dan sebilah pisau yang tajam. Tapi perlu diingat, untuk melakukan ini, kondisi pohon harus dalam keadaan sehat, yaitu dengan ditandainya yang bonggol keras. Lalu bagaimana dengan pohon yang terserang busuk bonggol Dianjurkan untuk menyembuhkannya lebih dahulu baru dibuat gaya ini, karena ada pengalaman pohon yang bonggolnya terserang penyakit tidak kuat untuk dibentuk gaya ini.</p>
<p>Cara pembuatannya sederhana, kuliti pohon sebatas yang diinginkan dan membentuk rupa yang seartistik mungkin. Batas bawah pengulitan minimal 5mm diatas media tanam. Setelah pengulitan selesai segera taburi fungisida pada luka, lalu taruh pohon pada tempat yang ternaungi selama kurang lebih 5 hari dan kemudian jemur seperti biasa. Perlu diingat, penyiraman diusahakan jangan sampai kena luka dan jangan biarkan pohon kehujanan. Pohon Adenium dengan gaya Kulit Pohon Tua sangat rentan terhadap basah yang berlebihan, karena kulit yang ada sebenarnya adalah batang kayu semu yang telah mongering sehingga akan sangat riskan terhadap serangan jamur bila basah yang berlebihan dan berkelanjutan.</p>
<p>Materi ini disampaikan oleh Fendi Salim<br />
Pada acara Jogya Family Gathering Ke-2 di Kondang Nursery Jalan Ketandan Yogyakarta tanggal 30 Desember 2007.</p>
Posted in tips tanaman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elangrock.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elangrock.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elangrock.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elangrock.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elangrock.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elangrock.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elangrock.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elangrock.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elangrock.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elangrock.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elangrock.wordpress.com&blog=4948792&post=15&subd=elangrock&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangrock.wordpress.com/2008/09/24/grafting-bor-pada-adenium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19aa6635c445ba2ed18b58ec046bbb7a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elangrock</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>